Kamis, 15 Desember 2011

PEMANFAATAN TI DALAM BIDANG EKONOMI KHUSUSNYA PADA BANK UMUM


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  LATAR BELAKANG
Globalisasi ekonomi yang menggetarkan perilaku dunia usaha telah memepengaruhi perekonomian Indonesia khususnya pada sector industry keuangan dan perbankan. Karena system keuangan Indonesia sangat terkait dengan perubahan system keuangan dunia maka dampak globalisasi yang menuntut terciptanya pasar keuangan yang semakin kondusif dan kompetitif tidak bisa dihindari oleh Indonesia.
Bank merupakan unit penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia karena dari bank itulah transaksi tunai maupun tidak tunai terjadi sehingga bank adalah salah satu factor penting dalam perekonomian kita saat ini, apalagi jika dilihat dari begitu banyaknya orang yang semakin menggantungkan berbagai kegiatan ekonomi di Bank.
Dari berbagai factor itulah sehingga penulis ingin memberikan sedikit wawasan mengenai “Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Bidang Ekonomi khususnya Perkembangan  yang Terjadi di Bank”.

1.2.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah arti Bank Umum itu ?
2.      Bagaimana penggolongannya ?
3.      Bagaimanakah orientasi bisnis pada bank itu sendiri ?
4.      Apa saja hasil dari perkembangan teknologi dan komunikasi pada bank !
5.      Manfaat apa yang diperoleh dalam perkembangan TIK ?
6.      Keuntungan dan kerugian apa saja yang timbul dari perkembangan TIK !
7.      Kejahatan apa saja yang mungkin terjadi karna perkembangan TIK?


BANK UMUM

2.1. ARTI BANK UMUM
1.    organisasi yang menggabungkan usaha manusia dan sumber- sumber keuangan untuk melaksanakan fungsi bank dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat dan untuk memperoleh keuntungan bagi pemilik bank. (Howard D. Crosse dan George H. Hempel)
2.      Lembaga yang mempunyai fungsi pokok antara lain:
a.         Menerima simpanan giro, deposito dan membayar atas dasar dokumen yang ditarik pada orang/ lembaga tertentu dan
b.        Mendiskonto surat berharga, member pinjaman dan menanamkan dana dalam bentuk surat berharga. (Dictionary of banking and financial services, Jerry R)
3.      Department stores of finance yang menyediakan bermacam- macam jasa keuangan (Sinkey).
4.      Badan usaha yang menghimpun dan dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepaa masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank Umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (UU No. 7 Th 1992 tentang perbankan).

2.2 PENGGOLONGAN BANK
     Bank dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu menurut fungsinya dan menurut kepemilikan.
Bank menurut fungsi:
a.    Bank Sentral, sebagai pengawas bank- bank umum dan stabilisator moneter. Di Indonesia namanya Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 dan diatur dalam UU No. 13 tahun 1968.
b.    Bank Umum, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito serta memberikan kredit dalam jangka pendek. Contohnya: Bank Niaga, Bank Duta, Bank Bali, BNI, Lippo Bank.
c.    Bank Tabungan, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan dalam usahanya terutama memperbungakan dananya dalam kertas berharga. Contohnya: Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Bank Tabungan Nasional.
d.   Bank Pembangunan, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah da panjang, serta dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan panjang di bidang pembangunan. Contoh: Bank Pembangunan Indonesia, Bank Pembangunan Daerah.
sedangkan menurut  kepemilikan, bank dibagi menjadi empat jenis, yaitu:
a.    Bank Pemerintah/ Bank Negara, yaitu bank yang seluruh sahamnya dimiliki pemerintah. Contoh: BNI, BRI, BBD, BAPINDO, BANK EXIM, BDN (yang sekarang disebut Bank Mandiri).
b.    Bank Swasta Nasional, yaitu bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh pihak swasta nasional. Contoh: BII, Bank Niaga, BCA, Bank Tiara, Lippo Bank, Bank Jakarta, Bank Artha Graha, dll.
Bank Swasta Nasional ini dapat dibagi menjadi dua golongan lagi berdasarkan kemampuan melaksanakan transaksi internasional dan transaksi valuta asing, yaitu:
Bank Devisa, yaitu bank yang dapat mengadakan transaksi internasional seperti ekspor impor, jual beli valuta asing dll. Contoh: Bank Bali, BII, Bank Duta, BCA, Bank Niaga, Bank Buana, dll.
Bank Non Devisa, yaitu bank yang tidak dapat mengadakan transaksi internasional. Contoh: Bank Intan, Bank Rama, Bank Asta, dll.
c.    Bank Asing, yaitu bank yang seluruh sahamnya dimiliki pihak asing. Untuk jenis ini bank hanya membuka cabang di Indonesia sedangkan kantor pusatnya berada di luar negeri. Contoh: Citibank, Chase Manhattan, Standard Chartered, Rabo Bank.
d.   Bank Campuran, yaitu bank yang sebagian sahamnya dimiliki pihak asing dan sebagian lagi dimiliki pihak swasta nasional. Contoh: Sanwa Indonesia Bank (Bank Bali Indonesia dengan Sanwa Bank Jepang), Fuji Internasional Bank (BII dengan Fuji Bank Jepang), Rabobank Duta Indonesia (Bank Duta dengan Rabobank Nederland), Tokai Lippo Bank (Ban Lippo dengan Banque National), Mitshubishi Bank (Bank Buana dengan The Mitsubishi Bank).

2.3 SISTEM BANK
 Bank memiliki system, yaitu:
1.    Unit Banking System, merupakan system perbankan di mana bank hanya dapat memiliki satu kantor saja di satu wilayah, dengan tujuan utamanya untuk melayani kebutuhan jasa- jasa perbankan masyarakat setempat.
2.    Branch Banking System, merupakan system perbankan yang mengijinkan bank- bank memiliki lebih dari satu kantor di suatu wilayah. Kantor cabang bank merupakan unit usaha dari suatu bank yang organisasi, keuangan, pemilikan, dan kepengurusannya tidak terpisahkan dengan kantor pusatnya.


2.7     TUJUAN BANK
1.    Jangka Pendek (Tactical Planning)
a.    Memenuhi kebutuhan likuiditas wajib minimum bank (Reserve Requirement atau Giro Wajib Minimum), yang harus dilaporkan secara mingguan pada Bank Indonesia.
RR (GWM) berguna untuk memenuhi penarikan dana dan pemberian kredit, berjaga- jaga jika kalah kliring dan menjaga kredibilitas bank.
b.    Memberikan pelayanan kepada nasabah secara maksimum (aspel marketing).
c.    Menanamkan dana dalam sekuritas (tingkat bunga, aman, fleksibel).
2.    Jangka Panjang (Strategic Planning)
a.    Memperoleh laba mkasimum atau
b.    Memaksimumkan nilai perusahaan.


2.10 USAHA-USAHA BANK (UU NO. 7 Th. 1992)
1.    Menghimpun dana dari  masyarakat.
2.    Memberikan kredit.
3.    Menerbitkan surat pengakuan hutang.
4.    Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya: surat- surat wesel termasuk wesel yang diaksep oleh bank, surat pengakuan hutang, kertas perbendaharaan Negara dan surat jaminan pemerintah, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, surat dagang berjangka waktu sampai 1 (satu) tahun, instrument surat berharga lain yang berjangka waktu s/d 1 tahun.
5.    Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
6.    Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada pihak bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya.
7.    Menerima pembayaran dari tagihan surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga.
8.    Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
9.    Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak (custodian).
10.     Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
11.     Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.
12.     Melakukan kegiatan anjak piutang (factoring), kartu kredit dan kegiatan wali amanat (trustee0.
13.     Menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil.
14.     Melakukan kegiatan lain misalnya kegiatan dalam valuta asing, melakukan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, dan asuransi, dan melakukan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit.
15.     Kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang- undang.


PERKEMBANGAN IT DALAM BIDANG EKONOMI KHUSUSNYA PERKEMBANGAN YANG TERJADI DALAM DUNIA PERBANKAN

     Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Kemudian ditemukan alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka. Dan saat ini, teknologi informasi yang ada adalah teknologi elektronik seperti radio, TV, computer dan sebagainya sehingga mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri.
Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data untuk menghasilkan informasi. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menurut OECD (Organisation for Economic Co-Operation and Development) adalah rangkaian kegiatan yang difasilitasi peralatan elektronik yang mencakup pengloahan, transmisi dan penyajian informasi. Adapun  peran TIK dalam bidang ekonomi khususnya pada bank umum adalah sebagai berikut:
3.1 E-Banking
Kita liat dari susunan katanya saja, e = elektronik dan banking . Artinya sangat luas yaitu aktivitas perbankan yang dijalankan melalui media elektronik, seperti ATM juga termasuk di dalamnya. Internet banking juga dalam lingkup itu, hanya saja lebih khusus dan diistilahkan internet banking. Sedangkan yang menggunakan mobile device seperti via HP dikenal dengan m-banking, ya termasuk jenis e-banking juga. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.
Dewasa ini, penggunaan online banking (E- Banking) sudah sangat marak. Online banking menawarkan sejumlah keuntungan untuk pelanggan. Selain akses 24 jam sehari kepada nomor account pelanggan yang bersangkutan, pelanggan juga dipermudah karena tidak diharuskan datang ke bank apabila ingin melakukan transaksi. Selama pelanggan yang bersangkutan memiliki akses internet, mereka dapat selalu mengecek status keuangan mereka di bank. Adapun banyak sekali ragamnya jenis online banking yang ditawarkan oleh bank sekarang ini, misalnya saja fasilitas untuk membayar tagihan rekening (air, listrik) secara online. Fasilitas lainnya adalah pelanggan dapat mentransfer uang ke rekening lain dan juga beberapa online banking mengijinkan pelanggan untuk melakukan perdagangan mata uang. Hal ini berguna untuk membantu memotong bunga dari pinjaman. Online banking juga menawarkan kepada pelanggan mereka kartu kredit online, pinjaman personal, dan akun tabungan. Semua itu dapat dilakukan oleh online banking dewasa ini.
Selain menguntungkan pelanggan, online banking juga menguntungkan pihak bank. Jika pelanggan menggunakan online banking untuk membayar tagihan rekening atau mentransfer sejumlah uang ke rekening lain, itu berarti teller tidak perlu untuk mengangkat telpon, sehingga memampukan teller untuk dapat menolong pelanggan yang lain dan pada akhirnya menghasilkan uang lebih untuk bank. Sehingga semakin banyak pelanggan menggunakan online banking maka banyak bisnis yang bisa dikerjakan oleh bank yang pada gilirannya memberikan keuntungan yang lebih buat bank. Pada akhirnya, jika bank mendapat keuntungan maka bisa saja bank menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi sehingga kembali dapat menguntungkan pelanggan.
Menilai dari popularitas yang sekarang, online banking akan terus popular dan digunakan di masa yang akan datang. Individual dan pelaku bisnis yang sebelumnya menolak untuk mengadopsi online banking sebagai alat komersial, sekarang tidak akan mempunyai banyak pilihan lagi. Kecepatan sistem online dalam melakukan transaksi akan mengalahkan metode tradisional sepenuhnya. Bagaimanapun juga, perkembangan dari online banking akan tergantung dari seberapa user-friendly nya fasilitas yang ada, penambahan fasilitas yang baru yang akan ditambahkan dan bagaimana konsep dari online banking dikemas sedemikian rupa untuk digunakan secara umum. Sayangnya sampai sekarang bank dan pelanggan masih jarang sepakat dalam hal fasilitas mana saja yang berguna dan tidak berguna. Sejumlah riset pasar dan polling pelanggan diperlukan untuk menjembatani jarak antara apa yang diperlukan dalam perbankan dan apa yang tersedia.
Salah satu penggunaan online banking di masa yang akan datang, menurut Bank of America, harus menyediakan kesempatan untuk mengembangkan perbankan di dalam cara-cara inovatif yang mengutamakan kecenderungan kelakuan pelanggan, pilihan yang ada, dan trend. Ide-ide baru yang dikembangkan harus menerapkan teknologi yang mengungkap wawasan yang mencakup skala sosial dan fisik yang luas, dari interaksi dengan pelanggan secara individu menuju kepada transaksi secara global. Perlu dilakukan riset guna menemukan inovasi untuk mengubah dunia perbankan secara menyeluruh. Peneliti akan menanyakan pertanyaan seperti : “Bagaimana caranya sehingga semua pelanggan dapat memiliki pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk mengontrol keuangan mereka secara lebih baik di masa yang akan datang?”, “Bagaimana interaksi perbankan ber-evolusi ketika dunia pelanggan secara fisik dan virtual terjalin?”, dan “Bagaimana jaringan sosial mengubah pengalaman pelanggan menjadi lebih mudah, nyaman, dan lebih terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari? ”.
Marilah kita telaah satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
1.      ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindah bukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.
Penggunaan ATM (automatic teller machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun. Sistem perbankan seperti ini pertama kali muncul di New York, Amerika Serikat pada tahun 1969 di mana Chemical Bank adalah bank pertama kali menggunakan sistem ini (Kent W. Colton & Kenneth L. Kraemer. 1980 : 8). Bentuk transaksi seperti ini telah digunakan secara luas di seluruh dunia. Bahkan bukan saja pada satu negara saja bahkan kartu yang dikeluarkan di satu negara tertentu dapat melakukan transaksi di negara-negara lain yang mempunyai kemudahan ini. Melalui mesin ATM ini, para pendeposit dapat mengakses account mereka masing-masing dengan menggunakan nomor PIN yang diberikan oleh pihak institusi keuangan. Mereka bukan saja dapat mengeluarkan uang dari simpanan mereka, bahkan juga dapat membuat pembayaran dan sebagainya. Cara ini memberikan kemudahan kepada para pengguna karena menghemat waktu dan memudahkan para pelanggan menggunakannya tanpa batas waktu karena dibuka selama 24 jam.
Peran TI dalam bidang perbankan sudah terbukti dapat meningkatkan kemampuan bank dalam memberikan layanan kepada nasabah. Pemrosesan data secara on-line dan real time telah mempercepat proses transaksi nasabah. Penggunaan alat pembayaran menggunakan kartu , misalnya kartu ATM, telah memudahkan nasabah bank melakukan transaksi sendiri dan cepat. Kini, para nasabah tidak perlu lagi pergi ke bank untuk melakukan transfer uang tunai.  Cukup dengan menggunakan ATM, nasabah dapat melakukan transfer uang ke rekening pada bank yang sama ataupun ke rekening pada bank yang lain. Selain itu, dalam berbelanja, layanan auto debet melalui kartu ATM telah memudahkan nasabah saat berbelanja. Dengan layanan ini, nasabah tidak perlu lagi membawa sejumlah uang tunai. Dengan menggunakan ATM, nasabah dapat membayar secara tunai tanpa menggunakan uang secara fisik. Penggunaan kartu ATM hanyalah salah satu contoh pemanfaatan TI pada layanan perbankan.
2.      Phone Banking, ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.
3.      Internet Banking, ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/ produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.
Internet banking merupakan salah satu pelayanan perbankan tanpa cabang, yaitu berupa fasilitas yang akan memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan tanpa perlu datang ke kantor cabang. Layanan yang diberikan internet banking kepada nasabah berupa transaksi pembayaran tagihan, informasi rekening, pemindahbukuan antar rekening, infomasi terbaru mengenai suku bunga dan nilai tukar valuta asing, administrasi mengenai perubahan Personal Identification Number (PIN), alamat rekening atau kartu, data pribadi dan lain-lain, terkecuali pengambilan uang atau penyetoran uang. Karena untuk pengambilan uang masih memerlukan layanan ATM dan penyetoran uang masih memerlukan bantuan bank cabang.
Praktek internet banking ini jelas akan mengubah strategi bank dalam berusaha. Setidaknya ada faktor baru yang bisa mempengaruhi pengkajian suatu bank untuk membuka cabang baru atau menambah ATM. Internet banking memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran-pembayaran secara online. Internet banking juga memberikan akomodasi kegiatan perbankan melalui jaringan komputer kapan saja dan dimana saja dengan cepat, mudah dan aman karena didukung oleh sistem pengamanan yang kuat. Hal ini berguna untuk menjamin keamanan dan kerahasian data serta transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Selain itu, dengan internet banking, bank bisa meningkatkan kecepatan layanan dan jangkauan dalam aktivitas perbankan. Dalam perkembangan teknologi perbankan seperti internet banking, pihak bank harus memperhatikan aspek perlindungan nasabah khususnya keamanan yang berhubungan dengan privasi nasabah. Keamanan layanan online ada empat, yaitu keamanan koneksi nasabah, keamanan data transaksi, keamanan koneksi server, dan keamanan jaringan sistem informasi dari server. Selain itu, aspek penyampaian informasi produk perbankan sebaiknya disampaikan secara proporsional, artinya bank tidak hanya menginformasikan keunggulan atau kekhasan produknya saja, tapi juga sistem keamanan penggunaan produk yang ditawarkan.
Pengamanan internet banking berupa pemakaian sistem firewall untuk pembatasan akses. Pengamanan berlapis ini, tentu saja ditambah dengan keamanan yang dipunyai oleh setiap nasabah berupa identitas pengguna (user ID) dan PIN. Ditambah lagi dengan program Secure Sockets Layer (SSL) 3.0 dengan sistem pengacakan 128 bit. Pengaman tersebut oleh bank disesuaikan dengan standar internasional.
4.      SMS/ m-Banking, saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu- sim toll kit (STK) pada simcardnya.
5.      E- Payment (Sistem Pembayaran Elektronik), adalah pembayaran secara online dimana anda dapat membayarnya melalui bank online. Dengan adanya E-Payment, proses transaksi pun akan berjalan lebih mudah. Bila Customer ingin membayar, cukup duduk di depan komputer dan membayarnya lewat E-Payment, tidak perlu lagi pergi ke perusahaan tersebut untuk membayarnya. Dalam E-Payment tersebut tersedia layanan pembayaran piutang lewat bantuan perbankan. Dalam situs web perusahaan, Customer cukup menginput kode ID, nama lengkap, jumlah pembayaran serta kode rekening untuk melakukan pembayaran. Setelah pembayaran terlaksana dan Bank pun telah menerima uangnya, Bank akan mengkonfirmasikan ke perusahaan dan secara otomatis daftar jumlah piutang Customer diperusahaan akan berkurang sesuai nilai pembayaran yang dilakukan.
Penerapan E-Payment adalah untuk menigkatkan pelayanan bagi dunia usaha dan masyarakat untuk memudahkan transaksi yang menggunakan uang kecil (uang recehan), seperti membayar tol, parkir di Mall atau Gedung Perkantoran, membeli BBM di SPBU atau membayar tagihan listrik, telepon, air dan tagihan kartu kredit. Menerima dan membuat bayaran melalui internet secara elektronik dengan mudah, cepat dan aman.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula resiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN), sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (user id) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan. Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e- Banking, kini pilihan ada di tangn kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun, mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.
Berbagai upaya preventif memang telah diterapkan oleh kalangan perbankan di Indonesia yang menyelenggarakan layanan online banking. Misalnya, dengan diberlakukannya fitur faktor bukti otentik kedua (two factor authentication) yang menggunakan token. Penggunaan token ini akan memberikan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan bila hanya menggunakan nama nasabah pengguna layanan online banking (username), PIN, dan password saja. Akan tetapi dengan adanya penggunaan token ini, tidak berarti transaksi online banking bebas dari resiko.
Dalam praktek online banking terdapat berbagai macam serangan atau ancaman bagi pihak pengguna dan penyedia layanan online banking. Contohnya serangan seperti man in the middle attack dan trojan horses dapat mengganggu keamanan layanan. Gambaran umum dari aktifitas yang sering disebut man in the middle attack yaitu penyerang membuat sebuah website dan membuat nasabah pengguna layanan online banking atau user masuk ke website tersebut. Agar berhasil mengelabui user, website tersebut harus dibuat semirip mungkin dengan website bank yang sebenarnya. Kemudian user memasukkan password-nya, dan penyerang kemudian menggunakan informasi ini untuk mengakses website bank yang sebenarnya. Untuk mengecoh token, penyerang dapat mengirimkan challenge-response kepada user sebelum melakukan transaksi illegal. Sedangkan, trojan horses adalah program palsu dengan tujuan jahat, yang disusupkan kepada sebuah program yang umum dipakai. Di sini para penyerang meng-install trojan kepada komputer user. Ketika user mulai login ke website banknya, penyerang menumpangi sesi tersebut melalui trojan untuk melakukan transaksi yang diinginkannya. Untuk mencegah serangan-serangan tersebut, bank penyedia layanan online banking perlu melakukan sosialisasi aktif dan intensif kepada para nasabahnya mengenai penggunaan layanan jasa online banking yang baik dan aman. Selain itu, diperlukan suatu ketentuan yang mengatur perbankan nasional yang memiliki pusat penyimpanan, melakukan proses data atau informasi dan transaksi perbankan. Serta perlu dibentuk sebuah unit kerja khusus atau divisi pengamanan dan pencegahan kejahatan perbankan di dalam struktur bank tersebut dan Bank Indonesia yang fungsinya untuk melakukan penerapan kebijakan pengamanan sistem, melakukan penelitian untuk pencegahan terhadap ancaman atau kejahatan yang sudah ada maupun yang mungkin terjadi dan melakukan tindakan pemulihan (recovery) serta pemantauan transaksi perbankan selama 24 jam.
Keuntungan E-  Banking bagi BANK :
1.    Jumlah nasabah yang datang ke bank sedikit
2.    jumlah pegawai yang harus melayani nasabah dapat dikurangi
3.    luas kantor yang harus disediakan menjadi lebih kecil
4.    bank dapat memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk bertransaksi
5.    akan menambah kesetiaan nasabah pada bank
Keuntungan E- Banking bagi nasabah :
1.    hemat waktu
2.    hemat biaya
3.    mudah dan leluasa melakukan transaksi
4.    membantu kelancaran bisnis

3.2 E-Commerce
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan system pengumpulan data otomatis. Industry teknologi informasi melihat kegiatan e- dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e- bisnis (e- business) yang berkaitan dengan transaksi komersial seperti; transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e- pemasaran (e- marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange/ EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Electronic commerce (EC) merupakan sebuah konsep pembelian dan penjualan suatu produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer termasuk Internet. Electronic Commerce (Perdagangan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, "e-commerce is a part of e-business".
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
1.  Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
2. electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
• Electronic Markets (EMs)
• Electronic Data Interchange (EDI)
• Internet Commerce
Keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan adanya E- dagang:
1.    Memungkinkan perusahaan menjual produk kebanyak orang / perusahaan
2.    dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
3.    Perusahaan tidak perlu membuka banyak cabang distribusi
4.    Biaya dapat dikurangi karena tidak perlu menyediakan toko besar dan pegawai
banyak
5.    Barang dapat dijual dengan lebih murah maka banyak konsumen yang dapat
menjangkau harga barang
6.    Meningkatkan daya saing perusahaan
Keuntungan yang diperoleh konsumen dengan adanya E- Dagang:
1.    konsumen tidak perlu mendatangi toko
2.    pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi
3.    konsumen lebih mempunyai banyak pilihan
4.    konsumen dapat membeli barang yang ada di negara lain
5.    harga barang yang dibeli menjadi lebih rendah

3.3 M- Dagang 
M-dagang atau M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon pintar, PDA, notebook, dan lain lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan sistem m-dagang ini. Selain m-dagang, istilah lain yang sering dipakai adalah m- bisnis (Mobile Business).
Dasarnya, m-dagang adalah gabungan dari perdagangan elektronik (e-dagang) dengan mobile computing. Bisa dikatakan bahwa m-dagang ini adalah e-dagang yang berada dalam lingkungan nirkabel. Seperti halnya e-dagang pada umumnya, penggunaan m-dagang bisa ditransaksikan melalui Internet, jaringan komunikasi pribadi, kartu pintar, dan infrastruktur lainnya. M-dagang membuka peluang untuk memberikan layanan baru bagi customer yang telah ada, dan untuk menarik costumer baru.

3.4  L-dagang atau L-Commerce
L-dagang atau L-Commerce (Location based-Commerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) yang menekankan pada pencarian informasi yang dihasilkan oleh peralatan GPS (Global Positioning Systems) dan satelit. Berbeda dengan m-dagang yang lebih menekankan pada aspek pemakaian peralatan mobile, maka L-dagang bisa menggunakan baik peralatan mobile maupun komputer jenis desktop.
Salah satu contoh yang sering dijumpai dalam L-dagang adalah pencarian informasi mengenai letak restoran yang terdekat dengan tempat pengguna Internet tersebut berada. Contoh lain dari L-dagang adalah sistem penelusuran paket pengiriman barang yang dikirim lewat perusahaan UPS atau Federal Express di Amerika Serikat. Namun sekarang, L-dagang juga sudah mulai dipakai untuk melihat waktu kedatangan bis kota secara tepat di suatu halte bis tertentu, yang sangat bermanfaat pada saat musim dingin yang mencekam tiba.

Keuntungan

Keuntungan dasar ERP adalah yang mengintegrasikan berbagai proses dengan mana bisnis beroperasi menghemat waktu dan biaya. Decisions Keputusan akan lebih cepat dan dengan lebih sedikit kesalahan. Data menjadi terlihat di seluruh organisasi. Tugas yang manfaat dari integrasi ini meliputi:
·                      Peramalan penjualan, yang memungkinkan optimasi persediaan
·                      Order pelacakan, dari penerimaan melalui pemenuhan
·                      Pendapatan pelacakan, melalui penerimaan kas
·                     Pencocokan (apa yang diperintahkan), penerimaan persediaan (apa yang tiba), dan (apa yang  penjual faktur)
ERP sistem sentralisasi data bisnis. Manfaat ini termasuk:
·                     Menghilangkan sinkronisasi perubahan-konsolidasi antara beberapa sistem keuangan, pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia, dan aplikasi manufaktur
·                      Memungkinkan standar .
·                     Menyediakan melihat perusahaan yang komprehensif (tanpa "pulau-pulau informasi"). Membuat real-time informasi yang tersedia bagi manajemen di mana saja, kapan saja untuk membuat keputusan yang tepat.
·                     Melindungi data sensitif dengan mengkonsolidasikan sistem keamanan ganda menjadi struktur tunggal.

Kekurangan

·             Kustomisasi bermasalah.
·            Rekayasa ulang proses bisnis agar sesuai dengan sistem ERP dapat merusak daya saing dan /atau mengalihkan fokus dari aktivitas kritis lainnya
·             ERP dapat kurang terintegrasi dan /atau solusi komprehensif kurang.
·            Tinggi switching meningkatkan biaya negosiasi vendor, biaya pemeliharaan dan upgrade.
·            Mengatasi resistensi terhadap informasi sensitif sharing antar departemen dapat mengalihkan perhatian manajemen.
·            Integrasi bisnis yang independen dapat menciptakan dependensi yang tidak perlu.
·            persyaratan pelatihan ekstensif mengambil sumber daya dari operasi sehari-hari.

3.6      Paypal, E-Gold dan EMV
Paypal ialah sistem yang membolehkan peniaga menerima bayaran daripada pembeli secara elektronik. Jika anda ingin menjual produk dan servis melalui internet, paypal adalah jawabannya. Anda hanya perlu membuka satu akun untuk tujuan tersebut.
Paypal dikenal pasti sebagai salah satu online merchant yang dapat melakukan proses pembayaran dengan cepat, mudah dan selamat. Pendaftaran untuk membuka akun Paypal adalah percuma dan dua jenis akun disediakan yaitu Personal Account dan Business Account. Anda boleh terus menggunakan perkhidmatan ini tanpa perlu membayar iyuran pendaftaran karena pendaftaran adalah percuma. Fungsi Paypal yaitu Pembeli yang masuk ke halaman web Paypal (atau halaman web yang mempunyai integrasi Paypal seperti eBay) memasukkan alamat e-mail serta jumlah yang ingin dibayar. Penjual kemudian akan menerima satu pesan melalui e-mail. PayPal berfungsi seperti sebuah bank maya. Sebagaimana sebuah bank, PayPal juga mempunyai polisi yang melindungi penggunanya.
Apa yang menarik tentang Paypal adalah pembeli yang ingin membeli barang melalui web tidak perlu membuka account paypal. Mereka dapat terus membeli dengan mengklik pada tombol beli yang disediakan. Pembeli akan diminta memasukkan beberapa pernyataan penting seperti kartu kredit. Setelah kartu kredit pelanggan diproses, uang akan dimasukkan ke dalam account anda.
Terdapat beberapa persamaan yang terdapat antara PayPal dan E-Gold. Kedua-duanya adalah payment processor. Apa yang membedakan ialah Paypal dinilai dalam mata uang USD sedangkan E-Gold dinilai berdasarkan kadar berat emas. PayPal juga tidak memerlukan pendaftaran kepada pembeli tetapi tidak pada E-Gold dan pemindahan uang E-Gold hanya dapat dilakukan antara pemegang account E-Gold saja.
Baru-baru ini ada topik tambahan, yaitu munculnya standar EMV yang diusung oleh Europay, Mastercard, dan Visa. (Itulah sebabnya singkatannya adalah EMV.) Mereka membuat sebuah standar dengan basis smartcard untuk menggantikan magentic stripe yang ada di belakang kartu kredit/ATM kita. Nah, apakah kita (Indonesia) sebaiknya menerima standar tersebut atau membuat standar sendiri? Ada pro dan kontranya. Kalau kita menggunakan standar EMV maka kita bergantung kepada vendor tersebut. Akan tetapi jika kita menggunakan standar EMV tersebut maka interoperability lebih terjamin. Misalnya kita ke luar negeri, kartu kredit kita bisa diterima di semua tempat (yang menggunakan EMV tentunya).
Standar nasional bisa bermanfaat kalau kita memanfaatkannya untuk mengembangkan industri dalam negeri. Jadi kita bisa “mengunci” teknologinya dengan menggunakan teknologi dalam negeri.

3.7 MANAJEMEN RESIKO DALAM PENGGUNAAN TENOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM
Perkembangan teknologi dan informasi dalam dunia perbankan juga mengakibatkan beberapa dampak yang termuat dalam pasal 27- 37 Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu:
Dampak Positife:
1.      Lebih cepat, pertukaran informasi lebih cepat karna hanya dalam hitungan detik.
2.      Lebih efisien
3.      Lebih luas sebarannya, dapat mencakup seluruh penjuru dunia
4.      Lebih lama penyimpanannya, dapat disimpan dalam bentuk CD, Flashdisk atau Hardisk. Dan tidak menghabiskan tempat
5.      Hemat biaya, mengurangi penggunaan kertas dan jasa pengiriman dokumen.
Dampak Negative:
1.    Kesempatan kerja makin sempit
2.    Berubahnya pola industrialisasi dunia
3.    Tekanan- tekanan ekonomi dari Negara maju
4.    Penyalahgunaan seperti pornografi, pembajakan atau perjudian.
Selain dampak di atas, kemajuan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang ekonomi juga dapat mengakibatkan beberapa keuntungan dan kerugian yaitu:
Keuntungan:
1.      Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2.      Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3.      Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian:
1.      Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
2.      Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.
3.      Semakin tergantungnya seseorang atau organisasi dalam pemakaian TI yang dapat mengakibatkan maraknya kejahatan seperti pembajakan, pemalsuan, dll.
Tidak bisa dipungkiri lagi, penggunaan teknologi informasi (TI) pada bidang perbankan telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan bank dalam menyelenggarakan layanannya secara efektif dan efisien, meningkatkan kecepatan proses transaksi, dan meningkatkan kemampuan kompetitif bank.
Bentuk-bentuk produk TI yang digunakan pada bidang perbankan, antara lain, aplikasi Core Banking (aplikasi pemrosesan transaksi), Real Time Gross Settlement (RTGS), Automated Teller Machine (ATM), Internet Banking, SMS Banking, dan lain-lain.
Selain manfaat dan keunggulan yang diperoleh dari penggunaan TI dalam pelaksanaan operasional bank, tentunya terdapat risiko yang dapat menyebabkan timbulnya kerugian pada bank dan nasabah. Risiko yang terkait dengan pemanfaatan TI oleh bank, antara lain, risiko reputasi, risiko operasional, risiko hukum, dan risiko perbankan lainnya seperti likuiditas dan kredit.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia no. 9/15/PBI/2007, untuk meminimalkan risiko-risiko potensial dalam penggunaan TI, maka penerapan manajemen risiko, paling kurang, mencakup :
1.      Pengawasan aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi
2.      Kecukupan kegiatan dan prosedur dalam penggunaan TI
3.      Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian resiko penggunaan TI
4.      System pengendalian intern atas penggunaan TI. Dalam hal penerapannya, manajemen resiko harus dilakukan secara terintegerasi di dalam setiap tahapan penggunaan TI dimulai dari proses perencanaan, pengembangan/ pengadaan, operasional, pemeliharaan, hingga penghentian dan penghapusan sumber daya TI. Proses manajemen resiko di bank dilakukan, minimal terhadap aspek- aspek yang terkait pengembangan dan pengadaan TI, operasional TI, jaringan komunikasi, pengamanan informasi, business continuity plan (BPC), end user computinr, electronic banking, dan penggunaan pihak penyedia jasa TI (PBI no. 9/ 15/ PBI/2007).
Pelaksanaan audit oleh bank diperlukan untuk mengawasi dan mengendalikan operasional TI, dan bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur penggunaan TI telah tersedia dan dilaksanakan secara memadai. Audit, baik secara internal maupun eksternal, harus mencakup penggunaan TI  yang diselenggarakan sendiri oleh bank maupun oleh penyedia jasa TI.


4.1 KESIMPULAN
Dari hasil yang telah penulis informasikan pada bab- bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers. Apalagi untuk saat ini, khususnya dalam dunia perbankan hampir semua produk yang ditawarkan kepada customers serupa, sehingga persaingan yang terjadi dalam dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang serba mudah dan serba cepat.

4.2     SARAN
Untuk lebih akuratnya informasi tentang perkembangan TI dalam dunia perbankan yang berujung pada perekonomian suatu Negara, maka penulis memberikan beberapa saran:
1.      Keberadaan kantor pusat lebih deberdayakan dalam menunjang kemudahan untuk mendapatkan informasi.
2.      Lebih mengenalkan, mempromosikan kemudahan- kemudahan apa saja yang dapat dirasakan oleh nasabah dalam menggunakan fasilitas pada bank tersebut.
3.      Menentukan prioritas penerapan TI agar memberikan hasil yang maksimal.
4.      Membangun kemampuan untuk mengadaptasi, memelihara, melakukan penyesuaian dan mengkonfigurasi ulang solusi TI yang ada agar menjawab kebutuhan.
5.      Memberdayakan sumber daya manusia sehingga dapat menjadi manusia yang unggul karna semakin maraknya perkembangan TI dalam semua aspek.
6.      Memformulasikan stategi TI.
7.      Mengambil manfaat kemajuan TI untuk pembangunan ekonomi yang lebih baik.

                                                DAFTAR PUSTAKA

Irmayanto, Juli dkk.2000.Bank & Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti
bgr.com/?ttg=ksi&h=993&y=1&kat=Teknologi&oleh=SITI RAHMAH NURPERMATASARI&jdl=MANFAAT  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BIDANG TERTENTU
http://www.vip.net.id/ikc/ilmukomputer.org/2008/11/25/refleksi-perkembangan-teknologi-informasi-dalam-dunia-perbankan/index.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar